BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS �

Sabtu, 10 Desember 2011

Mimpi dan Cita-citaku

Setiap orang pasti memiliki mimpi dan cita-cita,.
Begitu juga saya, saya mempunyai mimpi dann cita-cita. Dari semenjak kecil saya punya cita-cita itu berubah-rubah gak pernah netep,,he
Waktu saya duduk di sekolah dasar saya tuh ingin jadi guru. Pas saya duduk di madrasah tsanawiyah Darussalam,saya ingin menjadi dosen. Sedangkan sekarang saya tuh ingin bergulat di bidang kesehatan, yah entah menjadi dokter umum,perawat,atau dokter saraf, masih belum kepikiran, tapi yang pasti saya ingin sekolah di bidang kesehatan,..
Impian saya, mudah-mudahan saya bisa membahagiakan kedua orangtua saya,saya ingin bisa membuat orang lain tersenyum, ingin mempunyai seorang pendamping hidup yang bisa membimbing dan menyayangi saya, dan juga sholeh dan bertanggung jawab, lalu saya ingin pergi ke luar negri karna sebuah prestasi...
Mimpi dan cita-cita tidak akan tercapai tanpa adanya keseriusan dan kesungguhan, tanpa berusaha untuk mencapainya, mungkin mimpi dan cita-cita itu hanyalah sebuah mimpi yang tidak akan pernah kenyataan. Tapi sungguh sulit untuk memberantas kemalasan,kadang saya suka nyerah kalau misalnya belajar,tapi sulit untuk dimengerti,, ya Allah bagaimana caranya, agar hati dan jiwa ini kuat,dan tidak lemah,, ?
Mimpi dan cita-citaku saya harap semuanya bisa tercapai secara bertahap.... amiinn


Sabtu, 05 November 2011

berbakti kepada kedua orang tua...

Ada lima kriteria yang menunjukkan bentuk bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya.
Pertama, tidak ada komentar yang tidak mengenakkan dikarenakan melihat atau tercium dari kedua orang tua kita sesuatu yang tidak enak. Akan tetapi memilih untuk tetap bersabar dan berharap pahala kepada Allah dengan hal tersebut, sebagaimana dulu keduanya bersabar terhadap bau-bau yang tidak enak yang muncul dari diri kita ketika kita masih kecil. Tidak ada rasa susah dan jemu terhadap orang tua sedikit pun.
Kedua, tidak menyusahkan kedua orang tua dengan ucapan yang menyakitkan.
Ketiga, mengucapkan ucapan yang lemah lembut kepada keduanya diiringi dengan sikap sopan santun yang menunjukkan penghormatan kepada keduanya. Tidak memanggil keduanya langsung dengan namanya, tidak bersuara keras di hadapan keduanya. Tidak menajamkan pandangan kepada keduanya (melotot) akan tetapi hendaknya pandangan kita kepadanya adalah pandangan penuh kelembutan dan ketawadhuan. Allah berfirman yang artinya, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. al-Isra: 24)
Urwah mengatakan jika kedua orang tuamu melakukan sesuatu yang menimbulkan kemarahanmu, maka janganlah engkau menajamkan pandangan kepada keduanya. Karena tanda pertama kemarahan seseorang adalah pandangan tajam yang dia tujukan kepada orang yang dia marahi.
Keempat, berdoa memohon kepada Allah agar Allah menyayangi keduanya sebagai balasan kasih sayang keduanya terhadap kita.
Kelima, bersikap tawadhu’ dan merendahkan diri kepada keduanya, dengan menaati keduanya selama tidak memerintahkan kemaksiatan kepada Allah serta sangat berkeinginan untuk memberikan apa yang diminta oleh keduanya sebagai wujud kasih sayang seorang anak kepada orang tuanya.
Perintah Allah untuk berbuat baik kepada orang tua itu bersifat umum, mencakup hal-hal yang disukai oleh anak ataupun hal-hal yang tidak disukai oleh anak. Bahkan sampai-sampai al-Qur’an memberi wasiat kepada para anak agar berbakti kepada kedua orang tuanya meskipun mereka adalah orang-orang yang kafir.
“Dan jika keduanya memaksamu untuk  mempersekutukan  dengan  Aku  sesuatu yang  tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergauilah keduanya di dunia dengan  baik,  dan  ikutilah jalan   orang   yang  kembali  kepada-Ku,  kemudian  hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Lukman: 15)

Rabu, 02 November 2011

sekolahku MAN Darussalam....

Sebuah impian dan tujuan telah menjadi patokan sebuah kehidupan...
Akhirnya saya melangkahkan kaki ke kampus biru ini,dan akhirnya saya menuntut ilmu di MAN Darussalam ini.
Masuk MAN Darussalam memang keinginanku,tapi saya tak tahu alasannya,kenapa saya ingin masuk ke MAN Darussalam?? entahlaahh....
Tapi saya yakin dan saya tahu sekolah MAN Darussalam ini mempunyai banyak kelebihan dan keunggulan-keunggulan.Banyak prestasi-prestasi yang telah diraih oleh sekolahku ini, dan banyak juga lulusan-lulusan MAN Darussalam atau umumnya pondok pesantren Darussalam yang sukses, dan mudah-mudahan saja semua lulusan nanti termasuk juga pada orang-orang yang sukses,,amien.....


MAN DARUSSALAM
     
     Visi
Menjadi Madrasah Aliyah bertaraf internasional, unggul dalam pendidikan kepemimpinan dan pengajaran berbasis pesantren.
Serta penanaman semangat siswa dalam meraih prestasi. 
     Misi
  • Mengupayakan terwujudnya sistem penjaminan mutu madrasah bertaraf internasional yang diajukan untuk kepentingan bangsa negara.
  • Mendidik dan membina siswa dalam proses pendidikan integral sebagai bagian dari pendidikan kepemimpinan yang kuat dan berkarakter.
  • Memadukan sistem pembelajaran madrasah dan sistem pendidikan pesantren yang bertumpu pada sikap akhlak mulia dan budaya menuntut ilmu yang terus menerus.
  • Mendorong dan membimbing siswa dalam menciptakan budaya prestasi, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan sosial